Peran Perempuan Bagi Agama dan Bangsa
Perempuan secara etimologi berasal dari kata “empu” yang berarti “tuan” yaitu orang yang mahir atau berkuasa, kepala, hulu, yang paling besar. Namun menurut Zaitunah Subhan (2004:19) kata perempuan berasal dari kata empu yang artinya di hargai. Sebagaimana yang kita ketahui perempuan begitu dimuliakan dalam islam. Namun terkadang perempuan di definisikan oleh laki-laki sebagai makhluk yang lemah baik secara fisik maupun psikis. Definisi itu kemudian diwariskan secara turun temurun pada anak cucu. Hal itu memberikan pelabelan dan perlakuan yang khusus bagi perempuan. Citra perempuan dengan berbagai aspek negatifnya, akhirnya mendarah daging seiring sejala dengan sejarah manusia dna kemanusiaan itu sendiri. (Ricklander,1993: 183).
Padahal perempuan adalah sosok terhebat di muka bumi. Bersama dirinya ia mampu menjadi tempat penenang dari segala persoalan, ia mampu memberikan dorongan terbesar dalam menyelasiakan persoalan, perempuan adalah pionir pencetak generasi terbaik untuk masa depan. Perempuan bukan hanya seorang manusia yang mengurusi rumah. Dengannya madrasah pertama anak diciptakan.
Menurut William Golding (1911-1993) perempuan adalah sosok manusia yang lebih hebat. Apapun yang kau berikan kepadanya ia akan membuatnya lebih besar. Kau beri ia setetes mani ia akan memberimu bayi. Kau beri ia bangunan, ia akan memberimu rumah tangga. Jika kau beri ia belanjaan, ia akan memberimu makanan. Jika kau memberinya senyuman, ia memberikan hatinya, ia melipat gandakan dan membereskan apa saja yang diberikan kepadanya.
Peranan perempuan bagi agama sangatlah besar, karena ia menjadi madrasah pertama bagi anaknya, generasi yang hebat di mulai dari ibu (perempuan) yang cerdas. Kita bisa ambil kisah-kisah teladan untuk panutan perempuan masa kini dari para perempuan hebat di masa Rasulullah, Sayidatina Khodijah Alkubro, Sayidatina Aisyah, Sayidatina Fatimah, dan masih banyak lagi perempuan-perempuan hebat yang memberikan sumbangsih yang besar pada agama. Kita ambil contoh Sayidatina Khodijah, ia adalah istri Rasulullah yang sangat dicintai, ia bukan perempuan yang lemah, ia adalah pengusaha sukses dan taat. Ia menyumbangkan hartanya untuk membantu dakwah nabi. ia yang ada di dekat Rasulullah ketika Rasulullah mulai gelisah. Ketika seornag suami mengalami masa sulit, gundah dan situasi yang rumit, seorang istri akan berusaha menenangkan dan membantu mencari jalan keluar. Perempuan dilahirkan sebagai seorang putri bagi seorang ayah, dia juga berperan sebagai seorang istri bagi suami, ia sebagai seorang ibu bagi anak-anak nya, dan sebagai seorang muslimah yang bertanggung jawab pada Allah. Dari sini peran wanita dalam keluarga nya sangat diperlukan sebab tanpa adanya seorang perempuan yang sholeh yang tahu akan kewajiban mana mungkin tercipta adanya peradaban.
Peranan perempuan bagi bangsa juga sangatlah penting. Kita sering mendengar kata di belakang laki-laki yang sukses terdapat perempuan hebat di belakangnya. Mungkin kata di belakangnya bisa kita reduksi dengan bersamanya. Karena perempuan tidak mesti ada di barisan paling belakang untuk mewujudkan kesuksesan. Kita harus bersama, saling mengisi untuk dapat mencapai satu tujuan yang besar. Perempuan menciptakan generasi bangsa yang baik. Kita bisa melihat bagaimana perkembangan pendidikan bagi Bangsa oleh Raden Ajeng Kartini.
Ketiga hal di atas saling berkaitan dan bergantung. Karena ketika ada seorang perempuan kemudian dia tidak mempunyai agama, otomatis ia tidak punya tatanan untuk memperbaiki negara. Terdapat sebuah pribahasa yang sering di dengar yakni “perempuan adalah tiang nya negara” mungkin sebagian orang mengartikannya sebagai hadist namun tidak bisa di pastikan bahwa itu benar perkataan Rasulullah jadi disini saya menyebutnya sebagai pribahasa. Jadi dari kaliamat tersebut bisa kita maknai, suatu negara akan maju ketika perempuan nya maju. Suatu negara akan baik jika perempuan nya baik begitu pun sebaliknya.
Dari sini kita dapat melihat bahwa dalam suatu negara membutuhkan seorang perempuan. Meskipun perempuan tidak hadir dan muncul ke permukaan sekalipun, negara tetap memerlukan peranannya, karena tatanan awal suatu negaradi awali oleh perempuan. Laki-laki yang menjadi pemimpin negara membutuhkan perempuan agar mampu mewujudkan keberhasilannya. Contoh kasus korupsi di Indonesia. Saya yakin salah satu alasan orang orang yang korupsi itu merupakan laki laki atau suami yang tertekan oleh istrinya atau istrinya yang meminta hak lebih pada suami nya. Jika tidak orang orang korupsi itu mereka tergiur oleh wanita luar. Itu adalah salah satu contoh suatu kejelekan yang timbul dari faktor perempuan yang mempengaruhi pertumbuhan suatu negara. Di sisi lain perempuan juga timbul sebagai perubahan di wilayah domestik, ada pepatah mengatakan, ketika kamu mendidik seorang laki-laki kamu hanya akan mendidik seorang laki-laki, ketika kamu mendidik satu perempuan kamu sama saja mendidik satu generasi. Seorang perempuan berperan penting, selain fungsi nya dalam negara ia juga punya fungsi dalam pendidikan karena dia adalah madrasah pertama ketika ia menciptakan didikan yang baik, maka satu rumah akan baik jika satu rumah baik maka otomatis akan menimbulkan suatu gerakan sosial yang baik pula. Pengaruh sosial dari satu rumah ini otomatis akan menghasilkan tatanan sosial masyrakat yang lebih baik pula dari situlah muncullah wilayah yang baik dan kemudian jadi negara yang baik semuanya harus terjalin. Dan yang membuat perempuan itu baik adalah agama, dan yang membuat negara yang baik adalah perempuan yang baik dalam agamanya